Kamis, 26 Mei 2016

DNS SERVER MENGGUNAKAN DEBIAN 5.0

DNS SERVER

Keterangan:
IP Address (eth0) : 192.168.0.5
Netmask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.0.1
IP Address (eth1) : 192.168.10.1
Netmask : 255.255.255.0
Hostname : server-debian
Domain : linuxdebian.or.id
DNS ISP : 118.98.224.2
 118.98.224.3
Kernel versi : 2.6
Squid Versi : 2.7

Untuk membuat DNS server dengan debian 5.0 Pertama install paket yang dibutuhkan yaitu bind9. dengan mengetikan perintah server-debian:~# apt-get install bind9 kemudian tekan enter.


Tambahkan scripts dengan menekan insert terlebih dahulu, kemudian  pada file
/etc/bind/named.conf.local untuk membuat zone forward dan
zone reverse. server-debian:~# vim /etc/bind/named.conf.local.
Selanjutnya tambahkan scripts dibawah ini pada baris paling bawah.

zone "linuxdebian.or.id" {
 type master;
 file "db.forward";
};
zone "0.168.192.in-addr.arpa" {
 type master;
 file "db.reverse";
};



Kemudian Tekan Esc kemudian :wq untuk keluar dan menyimpan perubahan. Setelah itu kita membuat file baru untuk zone forward pada direktori /var/cache/bind/ server-debian:~# vim /var/cache/bind/forward dengan cara tekan insert, kemudian ketikkan scripts dibawah ini :

@ IN SOA server-debian.linuxdebian.or.id. admin.linuxdebian.or.id.(
 2009061601
 28800
 14400
 3600000
 86400 )
@ IN NS server-debian.linuxdebian.or.id.
 IN MX 10 mail.linuxdebian.or.id.
server-debian IN A 192.168.0.5
www IN CNAME server-debian
ftp IN CNAME server-debian
mail IN CNAME server-debian


Kemudian Tekan Esc kemudian :wq untuk keluar dan menyimpan perubahan. dan membuat file baru untuk zone reverse pada direktori /var/cache/bind/
server-debian:~# vim /var/cache/bind/reverse dengan cara menekan insert terlebih dahulu

Ketikkan scripts dibawah ini :
@ IN SOA server-debian.linuxdebian.or.id. admin.linuxdebian.or.id.(
 2009061602
 28800
 14400
 3600000
 86400 )
 IN NS server-debian.linuxdebian.or.id.
5 IN PTR server-debian.linuxdebian.or.id



Kemudian Tekan Esc kemudian :wq untuk keluar dan menyimpan perubahan.
Selanjutnya menambahkan nomor DNS Server pada file /etc/bind/named.conf.options untuk dijadikan sebagai forwarders atau DNS lokal
server-debian:~# vim /etc/bind/named.conf.options
Ketikkan nomor DNS yang ada dibawah forwarders dan buang tanda // didepan scripts tersebut.
forwarders {
118.98.224.2;
118.98.224.3;
};



Setelah selesai langkah selanjutnya mengatur Resolver pada file /etc/resolv.conf
server-debian:~# vim /etc/resolv.conf
search linuxdebian.or.id.
nameserver 192.168.0.5
nameserver 118.98.224.2
nameserver 118.98.224.3

Kemudian restart layanan bind9 dengan cara server-debian:~# /etc/init.d/bind9 restart


Dan langkah terakhir menguji DNS yang sudah di konfigurasi dengan cara sebagai berikut
server-debian:~# nslookup server-debian.linuxdebian.or.id
server-debian:~# nslookup 192.168.0.5



referensi:
http://dinardc.blogspot.co.id/2015/11/dns-server-menggunakan-debian-50.html

Minggu, 22 Mei 2016

Konfigurasi PROXY SERVER dengan menggunakan Ubuntu Server



Instalasi Proxy Server
Aplikasi yang sering digunakan untuk membuat proxy server adalah squid, untuk menginstallnya pada terminal ketikan perintah berikut :

Konfigurasi Proxy Server
Ada beberapa file yang akan kita edit, yaitu :
  • /etc/squid3/squid.conf
  • /etc/squid3/url à merupakan file buatan untuk menaruh website yang akan di blokir
  • /etc/squid3/key à merupakan file buatan untuk menaruh keyword yang akan di blokir

Konfigurasi File squid.conf
Pertama lakukan konfigurasi file squid.conf dengan cara ketikan perintah berikut pada terminal :
nano /etc/squid3/squid.conf
maka akan muncul tampilan berikut :

Lalu cari kalimat “http_port 3128” dengan menggunakan ctrl+w, dan kemudian edit hingga menjadi seperti berikut :
Lalu cari “acl CONNECT” dan tambahkan script berikut tepat dibawah nya :

Lalu save file squid.conf

Konfigurasi File url dan File key
Setelah kita mengedit file squid.conf nya, selanjutnya buat file dengan nama url dan key. File tersebut berfungsi untuk menaruh website yang akan kita blokir dan keyword apa saja yang akan kita blokir. berikut contohnya :



tuliskan nama website yang akan di blokir


Lalu save file url
masukan kata kunci yang akan di blokir:


Lalu save file key
Konfigurasi IPTABLES
Kita akan mengkonfigurasi sedikit iptables untuk meng redirect dari port 80 ke port 3128, berikut contohnya :

Setelah semua file kita edit sekarang restart paket squidnya
/etc/init.d/squid3 restart


Pengujian di Komputer Client

Pada tahap ini kita akan melakukan pengujian di komputer client, proxy server akan menjadi transparant apabila ada koneksi ke internet. Apabila tidak ada seperti kita melakukannya pada ruang lingkup LAN maka kita akan menggunakan manual proxy.

Pertama setting proxy di browser, disini browser yang digunakan adalah Mozilla firefox, berikut contohnya :
1.
 Tools à options à advance à network à settings
2.
 Edit seperti gambar di bawah ini :


3.
 Setelah itu OK

Apabila berhasil maka apabila kalian mengetikan nama website atau kata kunci yang kalian blokir di url browser.
Referensi:
http://bdh-corp.blogspot.co.id/2016/05/konfigurasi-proxy-server-dengan.html

Konfigurasi Basic Static NAT

Pengertian Static NAT

      NAT digunakan untuk merubah ip private menjadi ip public agar bisa berkomunikasi dengan jaringan luar. Static NAT merukan tipe yang one-to-one mapping dimana hanya satu ip public yang bisa digunakan untuk satu ip private. Static nat tidak menghemat penggunaan ip public, tetapi static NAT biasanya digunakan untuk penggunakan dalam server layanan. Karena server hanya mempunyai 1 buah ip dan satu buah ip public untuk bisa diakses oleh seluruh pengguna internet. Static nat juga meningkatkan keamanan yang ada, karena nat menyembunyikan ip address local dari dunia luar.

Topologi



      Pada topologi diatas saya menggunakan 2 buah router 2911, 2 buah switch 2960, 1 buah pc, dan 1 buah server. Pada topologi tersebut ip address pada pc0 akan dirubah menjadi ip address dari router0. Supaya router bisa berkomunikasi dengan server yang berada jaringan yang berbeda. Berikut ini pemetaan ip address pada tiap-tiap device :

Router0
·         se0/0/0 : 10.10.10.1/24
·         gig0/0 : 192.168.1.1/24
Router1
·         se0/0/0 : 10.10.10.2/24
·         gig0/0 : 192.168.2.1/24
PC
·         fa0/0 : 192.168.1.10/24 gateway 192.168.1.1
Server
·         fa0/0 : 192.168.2.10/24 gateway 192.168.2.1

Konfigurasi 
Router0
IP Address :


Static NAT :


      Perintah ip nat inside source digunakan untuk mengidentifikasikan ip address mana yang akan di translasikan. Dalam kasus diatas ip 192.168.1.10 akan di translasikan menjadi ip 10.10.10.1. IP nat inside pada interface gig0/0 mengidentifikasikan bahwa interface tersebut berada pada jaringan lokal, sedangkan ip nat outside pada interface se0/0/0 untuk mengidentifikasikan bahwa interface tersebut berada jaringan luar. 

Static Route :


Digunakan supaya router0 bisa mengenali jaringan yang berada pada router1, yaitu 192.168.2.0/24

Router1
IP Address :


Verifikasi Konfigurasi pada Client

Untuk melakukan verifikasi bisa menggunakan perintah berikut :
·         show ip nat translation
·         debug ip nat

show ip nat translation 1:


      Apabila menggunakan perintah atas akan muncul informasi protocol, ip inside global, ip inside local, ip outside local, dan ip outside global. Tampilan diatas merupakan informasi awal ketika masih belum ada komunikasi satu sama lain. 

Ping Client to Server:


       Terlihat pc0 bisa melakukan ping menuju server. Untuk melihat hasil dari konfigurasi static nat. Lakukan show ip nat kembali untuk melihat informasi terbaru dari translasi nat. 

show ip nat translation 2:


       Terlihat informasi telah berubah, disana terlihat protocol yang sedang berjalan yaitu ICMP(ping), dan ip outside local/global adalah ip dari jaringan 192.168.2.0/24 yang berada pada router1. 

Untuk melihat proses translasi bisa menggunakan perintah debug ip nat.

debug ip nat:


     Terlihat source packet dari 192.168.1.10 yang di translasikan menjadi 10.10.10.1 menuju destinasi 10.10.10.2, dan 192.168.2.10 pada router1. 

Apabila verifikasi sudah seperti diatas, maka konfigurasi static nat telah berhasil dilakukan.

Sumber:
http://bdh-corp.blogspot.co.id/2016/05/konfigurasi-ftp-server-dengan.html

Minggu, 08 Mei 2016

GET IP, GET NAME, IPtoName, NsLookup dan Client-Server sederhana

GET IP




Logika Program


         Listing program di atas berfungsi untuk menampilkan IP Address dengan menggunakan bahasa pemrograman java. Pertama program akan mengimport package java.net yang berfungsi untuk memperbolehkan program berkomunikasi dengan jaringan. Setelah itu  buat nama class dengan nama getIP. S elanjutnya deklarasikan InetAddress host bernilai null dan deklarasi host bernilai InetAddress.getLocalHost();  didapatkan dari nilai InetAddress pada localhost. Selanjutnya program akan mencetak alamat Ip komputer dengan memanggil nilai variable host.getAddress();

Output

GET NAME



Logika Program

     Penjelasan listing program di atas hampir sama seperti pada listing program getIP. Yang membedakan hanyalah penggunaan host.getAddress dan host.getHostName. penggunaan host.getAddress berfungsi untuk memanggil alamat IP address sedangkan host.getHostName berfungsi untuk memanggil nama komputer.

Output








IPtoName


Logika Program

      Pada listing program diatas digunakan untuk menampilkan nama komputer dengan menggunakan IP Address. Program akan mengimport java.net terlebih dahulu kemudian membuat class yang diberi nama IPtoName. Pada program ini terdapat percabangan if yang digunakan untuk mengecek apakah panjang array pada fungsi utama sama dengan 0 jika benar maka program akan mencetak "pemakaian : java IPtoName <IP address>". Program akan mengembalikan ke awal dan mendeklarasikan kembali nilai variabel host yaitu array 0 dan untuk varaiabel address pada InetAddress yaitu null maksudnya mengembalikan alamat IP dengan nilai null. Pada program ini juga terdapat try dan catch yang digunakan untuk menangkap kesalahan. Jika program menangkap kesalahan maka program akan mencetak Invalid IP - malformed IP dan program akan dikembalikan ke awal. Namun jika tidak ditemukan kesalahan maka program akan mencetak nama komputer pengguna. Untuk menjalankan program ini maka compile program lalu jalankan dengan perintah “java IPtoName <IP Address komputer kalian>”. Apabila tidak memasukan IP Address maka akan muncul pemakaian : java IPtoName <IP Address>

Output






NsLookup


Logika Program

          Listing program di atas berfungsi untuk menampilkan alamat IP dengan menggunakan nama dari komputer yang digunakan. Penjelasan program ini hampir sama dengan penjelasan program. yang membedakan program ini dengan IPtoName adalah pada perintah try ini akan mencoba memanggil nama host kemudian disimpan didalam variabel address, jika terdapat kesalahan maka program akan mencetak unknown host, jika program tidak terjadi kesalahan terdapat perintah perulangan for, didalam perulangan ini terdapat perintah percabangan if, jika nilai variabel i lebih besar dari 0 maka program akan mecetak nilai ip dengan memanggil nilai dari variabel ip[i]. Cara menjalankannya pun sama dengan IPtoName yang membedakan hanyalah pengguna diminta memasukkan nama komputernya untuk dijadikan IP address.

Output








Client-Server Sederhana

Client






























Logika Program
      Pada listing program diatas merupakan bagian dari program client server. Program diatas merupakan program client yang digunakan untuk meminta data yang berasal dari server. Program ini terdapat interaksi antara client dengan server. Program ini pengguna diminta untuk masukan kunci yang telah di deklarasikan dengan kata “salam” maka ketika pengguna memasukan kata salam maka client akan mendapatkan data dari server yaitu “salam. Namun jika mengetikan kata yang lain selain salam maka client akan mendapatkan data dari server yaitu “maaf, saya tidak mengerti.".

Server





























Logika Program
          Listing diatas merupakan listing program server yang menjelaskan tentang isi dari program server. Pertama dengan mengimport java. io merupakan singkatan dari Input Output. Input melibatkan masukan data dari peralatan input, sedangkan output akan menampilkan data kepada pengguna dan program mengimport java. net paket ini berisi kelas yang memperbolehkan program untuk berkomunikasi melalui jaringan pada sisi server. Saat program dijalankan dan berhasil maka akan tampil “Aplikasi Server Hidup".

Output Program Client-Server














Minggu, 24 April 2016

Pengoperasian Data Qubit, Quantum Gates dan Algoritma Shor

Pengoperasian Data Qubit

     Qubit merupakan kuantum bit , mitra dalam komputasi kuantum dengan digit biner atau bit dari komputasi klasik. Sama seperti sedikit adalah unit dasar informasi dalam komputer klasik, qubit adalah unit dasar informasi dalam komputer kuantum . Dalam komputer kuantum, sejumlah partikel elemental seperti elektron atau foton dapat digunakan (dalam praktek, keberhasilan juga telah dicapai dengan ion), baik dengan biaya mereka atau polarisasi bertindak sebagai representasi dari 0 dan / atau 1. Setiap partikel-partikel ini dikenal sebagai qubit, sifat dan perilaku partikel-partikel ini (seperti yang diungkapkan dalam teori kuantum ) membentuk dasar dari komputasi kuantum. Dua aspek yang paling relevan fisika kuantum adalah prinsip superposisi dan Entanglement
    Superposisi, pikirkan qubit sebagai elektron dalam medan magnet. Spin elektron mungkin baik sejalan dengan bidang, yang dikenal sebagai spin-up, atau sebaliknya ke lapangan, yang dikenal sebagai keadaan spin-down. Mengubah spin elektron dari satu keadaan ke keadaan lain dicapai dengan menggunakan pulsa energi, seperti dari Laser - katakanlah kita menggunakan 1 unit energi laser. Tapi bagaimana kalau kita hanya menggunakan setengah unit energi laser dan benar-benar mengisolasi partikel dari segala pengaruh eksternal? Menurut hukum kuantum, partikel kemudian memasuki superposisi negara, di mana ia berperilaku seolah-olah itu di kedua negara secara bersamaan. Setiap qubit dimanfaatkan bisa mengambil superposisi dari kedua 0 dan 1. Dengan demikian, jumlah perhitungan bahwa komputer kuantum dapat melakukan adalah 2 ^ n, dimana n adalah jumlah qubit yang digunakan. Sebuah komputer kuantum terdiri dari 500 qubit akan memiliki potensi untuk melakukan 2 ^ 500 perhitungan dalam satu langkah. Ini adalah jumlah yang mengagumkan - 2 ^ 500 adalah atom jauh lebih dari yang ada di alam semesta (ini pemrosesan paralel benar - komputer klasik saat ini, bahkan disebut prosesor paralel, masih hanya benar-benar melakukan satu hal pada suatu waktu: hanya ada dua atau lebih dari mereka melakukannya). Tapi bagaimana partikel-partikel ini akan berinteraksi satu sama lain? Mereka akan melakukannya melalui belitan kuantum.


Quantum Gates
     Pada saat ini, model sirkuit komputer adalah abstraksi paling berguna dari proses komputasi dan secara luas digunakan dalam industri komputer desain dan konstruksi hardware komputasi praktis. Dalam model sirkuit, ilmuwan komputer menganggap perhitungan apapun setara dengan aksi dari sirkuit yang dibangun dari beberapa jenis gerbang logika Boolean bekerja pada beberapa biner (yaitu, bit string) masukan. Setiap gerbang logika mengubah bit masukan ke dalam satu atau lebih bit keluaran dalam beberapa mode deterministik menurut definisi dari gerbang. dengan menyusun gerbang dalam grafik sedemikian rupa sehingga output dari gerbang awal akan menjadi input gerbang kemudian, ilmuwan komputer dapat membuktikan bahwa setiap perhitungan layak dapat dilakukan.
Quantum Logic Gates, 

   Prosedur berikut menunjukkan bagaimana cara untuk membuat sirkuit reversibel yang mensimulasikan dan sirkuit ireversibel sementara untuk membuat penghematan yang besar dalam jumlah ancillae yang digunakan.
-  Pertama mensimulasikan gerbang di babak pertama tingkat.
-  Jauhkan hasil gerbang di tingkat d / 2 secara terpisah.
-  Bersihkan bit ancillae.
-  Gunakan mereka untuk mensimulasikan gerbang di babak kedua tingkat.
-  Setelah menghitung output, membersihkan bit ancillae.
-  Bersihkan hasil tingkat d / 2.

     Sekarang kita telah melihat gerbang reversibel ireversibel klasik dan klasik, memiliki konteks yang lebih baik untuk menghargai fungsi dari gerbang kuantum. Sama seperti setiap perhitungan klasik dapat dipecah menjadi urutan klasik gerbang logika yang bertindak hanya pada bit klasik pada satu waktu, sehingga juga bisa setiap kuantum perhitungan dapat dipecah menjadi urutan gerbang logika kuantum yang bekerja pada hanya beberapa qubit pada suatu waktu. Perbedaan utama adalah bahwa gerbang logika klasik memanipulasi nilai bit klasik, 0 atau 1, gerbang kuantum dapat sewenang-wenang memanipulasi nilai kuantum multi-partite termasuk superposisi dari komputasi dasar yang juga dilibatkan. Jadi gerbang logika kuantum perhitungannya jauh lebih bervariasi daripada gerbang logika perhitungan klasik.

Algoritma Shor
    Algoritma Shor, dinamai matematikawan Peter Shor , adalah algoritma kuantum yaitu merupakan suatu algoritma yang berjalan pada komputer kuantum yang berguna untuk faktorisasi bilangan bulat. Algoritma Shor dirumuskan pada tahun 1994.  Inti dari algoritma ini merupakan bagaimana cara menyelesaikan faktorisasi terhaadap bilanga interger atau bulat yang besar.
   Efisiensi algoritma Shor adalah karena efisiensi kuantum Transformasi Fourier , dan modular eksponensial. Jika sebuah komputer kuantum dengan jumlah yang memadai qubit dapat beroperasi tanpa mengalah kebisingan dan fenomena interferensi kuantum lainnya, algoritma Shor dapat digunakan untuk memecahkan kriptografi kunci publik skema seperti banyak digunakan skema RSA. 

Algoritma Shor terdiri dari dua bagian:
- Penurunan yang bisa dilakukan pada komputer klasik, dari masalah anjak untuk masalah ketertiban -temuan.
- Sebuah algoritma kuantum untuk memecahkan masalah order-temuan.

    Hambatan runtime dari algoritma Shor adalah kuantum eksponensial modular yang jauh lebih lambat dibandingkan dengan kuantum Transformasi Fourier dan pre-/post-processing klasik. Ada beberapa pendekatan untuk membangun dan mengoptimalkan sirkuit untuk eksponensial modular. Yang paling sederhana dan saat ini yaitu pendekatan paling praktis adalah dengan menggunakan meniru sirkuit aritmatika konvensional dengan gerbang reversibel , dimulai dengan penambah ripple-carry. Sirkuit Reversible biasanya menggunakan nilai pada urutan n ^ 3, gerbang untuk n qubit. Teknik alternatif asimtotik meningkatkan jumlah gerbang dengan menggunakan kuantum transformasi Fourier , tetapi tidak kompetitif dengan kurang dari 600 qubit karena konstanta tinggi.

Sumber : 
nafa1108.blogspot.co.id/2015/11/algoritma-shor.html
http://crows-haikal.blogspot.co.id/2015/08/quantum-computing-entanglement.html
http://djuneardy.blogspot.co.id/2015/04/quantum-computing-entanglement.html

Senin, 28 Maret 2016

KOMPUTASI GRID

Sejarah Komputasi Grid

Komputasi grid istilah berasal dari awal 1990-an sebagai metafora untuk membuat daya komputer sebagai mudah untuk mengakses sebagai listrik jaringan listrik di Ian Foster 's dan Carl Kesselman 'kerja mani, "The Grid: Blueprint untuk infrastruktur komputasi baru"( 2004). Ide-ide dari grid (termasuk yang dari komputasi terdistribusi, pemrograman berorientasi obyek, dan layanan Web) dibawa bersama oleh Ian Foster, Carl Kesselman, dan Steve Tuecke , secara luas dianggap sebagai "ayah dari grid". Mereka memimpin upaya untuk menciptakan Globus Toolkit menggabungkan tidak hanya manajemen perhitungan tetapi juga manajemen penyimpanan, keamanan provisioning, data pergerakan, pemantauan, dan sebuah toolkit untuk mengembangkan layanan tambahan didasarkan pada infrastruktur yang sama, termasuk negosiasi perjanjian, mekanisme pemberitahuan, layanan memicu, dan informasi agregasi. Sementara Globus Toolkit tetap standar de facto untuk membangun solusi grid, sejumlah alat-alat lainnya yang telah dibangun yang menjawab beberapa subset dari layanan yang diperlukan untuk membuat suatu perusahaan atau grid global.

Pengertian Komputasi Grid
Grid computing merupakan salah satu jenis dari komputasi modern. Grid computing adalah arsitektur TI baru yang menghasilkan sistem informasi perusahaan yang berbiaya rendah dan lebih adaptif terhadap dinamika bisnis. Dengan grid computing, sejumlah komponen hardware dan software yang modular dan independen akan dapat dikoneksikan dan disatukan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan bisnis. Lebih jauh, dari sisi ekonomi, implementasi grid computing berarti membangun pusat komputasi data yang tangguh dengan struktur biaya variatif yang bias disesuaikan dengan kebutuhan.

Konsep Grid Computing
           A.   Sumberdaya Infrastruktur
Mencakup hardware seperti penyimpan, prosesor, memori, dan jaringan; juga software yang didisain untuk mengelola hardware ini, seperti database, manajemen penyimpan, manajemen sistem, server aplikasi dan system operasi.
           B.   Sumberdaya Aplikasi
Adalah perwujudan logika bisnis dan arus proses dalam software aplikasi. Sumberdaya yang dimaksud bisa berupa aplikasi paket atau aplikasi buatan, ditulis dalam bahasa pemrograman, dan merefleksikan tingkat kompleksitas. Sebagai contoh, software yang mengambil pesanan dari seorang pelanggan dan mengirimkan balasan, proses yang mencetak slip gaji, dan logika yang menghubungkan telepon dari pelanggan tertentu kepada pihak tertentu pula.
           C.   Sumberdaya Informasi
Saat ini, informasi cenderung terfragmentasi dalam perusahaan, sehingga sulit untuk memandang bisnis sebagai satu kesatuan. Sebaliknya, grid computing menganggap informasi adalah sumberdaya, mencakup keseluruhan data pada perusahaan dan metadata yang menjadikan data bisa bermakna. Data bias berbentuk terstruktur, semi-terstruktur, atau tidak terstruktur, tersimpan di lokasi manapun, seperti dalam database, dan sistem file lokal.

Cara Kerja Grid Computing
Menurut tulisan singkat oleh Ian Foster ada check-list yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bahwa suatu sistem melakukan komputasi grid yaitu :
1. Sistem tersebut melakukan koordinasi terhadap sumberdaya komputasi yang tidak berada dibawah suatu kendali terpusat. Seandainya sumber daya yang digunakan berada dalam satu cakupan domain administratif, maka komputasi tersebut belum dapat dikatakan komputasi grid.
2. Sistem tersebut menggunakan standard dan protokol yang bersifat terbuka (tidak terpaut pada suatu implementasi atau produk tertentu). Komputasi grid disusun dari kesepakatan-kesepakatan terhadap masalah yang fundamental, dibutuhkan untuk mewujudkan komputasi bersama dalam skala besar. Kesepakatan dan standar yang dibutuhkan adalah dalam bidang autentikasi, otorisasi, pencarian sumberdaya, dan akses terhadap sumber daya.
3. Sistem tersebut berusaha untuk mencapai kualitas layanan yang canggih, (nontrivial quality of service) yang jauh diatas kualitas layanan komponen individu dari komputasi grid tersebut.

Keuntungan Utama Penggunaan Grid Computing      
  • Teknologi  grid computing mampu menjadi solusi bagi perusahaanperusahaan untuk memiliki suatu    sistem informasi yang berteknologi canggih,      yang mampu mendukung kinerja perusahaan, dengan biaya yang lebih murah.
  • Kemampuan teknologi tersebut untuk mendukung kinerja perusahaan tidak      diragukan lagi.  Teknologi  grid computing membuka peluang bagi adanya      kerjasama lintas organisasi, lintas benua, dan lintas bangsa. Selain itu, terbuka      pula peluang untuk  melakukan komputasi yang rumit dengan menggunakan      superkomputer yang canggih, tanpa harus melakukan investasi besar-besaran         dalam bidang teknologi informasi.

       Grid computing menjadi suatu hal yang menjanjikan bagi perusahaan disebabkan oleh 3 hal, yaitu:
  1. lebih hemat biaya dalam  penggunaan sejumlah tertentu sumber daya komputer,
  2. sebagai cara untuk memecahkan masalah yang mungkin tidak dapat dipecahkan tanpa sejumlah besar daya komputasi, dan
  3. karena menunjukkan bahwa sumberdaya dari banyak komputer dapat kooperatif dan dimanfaatkan secara sinergis, serta dikelola sebagai sebuah kolaborasi mencapai tujuan bersama


Kekurangan Grid Computing
       Kekurangan pada grid computing yang lebih saya tekankan disini adalah mengenai hambatan yang dialami oleh masyarakat Indonesia dalam mengaplikasikan teknologi grid computing. Hambatan-hambatan tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Manajemen institusi  yang terlalu birokratis menyebabkan mereka enggan untuk fasilitas yang dimiliki untuk digunakan secara bersama agar mendapatkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat luas.
  2. Masih sedikitnya sumber daya manusia yang  kompeten dalam mengelola grid computing.
  3. Kurangnya pengetahuan yang mencukupi bagi teknisi IT maupun user non teknisi mengenai manfaat dari grid computing itu sendiri.

sumber:
http://speedradene.blogspot.co.id/2013/04/grid-pengertiankelebihandan-kekurangan.html
http://carilahinspirasi.blogspot.co.id/2011/04/grid-komputing.html
https://kucingkampung27.wordpress.com/grid-computing/

NoSQL


  
SEJARAH 
    NoSQL merupakan kombinasi dua kata, kata No dan SQL. NoSQL adalah teknologi yang menandingi SQL. Pembuat dan pengadopsi awal dari kata NoSQL menginginkan untuk berkata No RDBMS atau No Relational tetapi akhirnya disuarakan dengan kata NoSQL. NoSQL digunakan sebagai payung pengertian untuk semua basis data dan penyimpanan data yang tidak mengikuti dasar-dasar RDBMS. NoSQL mewakili kelas dari produk dan kumpulan yang berbeda konsep tentang penyimpanan data dan manipulasi.
    Sejarah konsep NoSQL dimulai ketika Carlo Strozzi pada tahun 1998 menggunakannya untuk nama open source database relational yang tidak mengikuti standar SQL, kemudian Eric Evans (karyawan Rackspace) memperkenalkan kembali istilah NoSQL pada awal 2009 ketika Johan Oskarsson dari Last.fm ingin menyelenggarakan acara untuk membahas distributed database open source.
    Sejarah NoSQL tidak lepas dari kesulitan-kesulitan yang terjadi dalam penanganan perkembangan database dengan menggunakan konsep relational database. Dalam praktiknya, database tidak hanya berkembang secara vertikal (adanya penambahan baris), tetapi juga berkembang secara horisontal (adanya penambahan field). Ketika field bertambah banyak permasalahan yang terjadi ketika menggunakan konsep RDBMS. Dalam konsep RDBMS, penambahan field merupakan masalah yang harus dihindari, akan tetapi pada kenyataannya hal itu sering terjadi. Konsep tersebut yang mendasari adanya konsep NoSQL. NoSQL tidak membutuhkan skema tabel dan umumnya menghindari operasi join karena berkembang secara horisontal.Kaum akademisi menyebutnya sebagai  structured  storage  (penyimpanan terstruktur).

PENGERTIAN 
    NOSQL adalah istilah untuk menyatakan berbagai hal yang didalamnya termasuk database sederhana yang berisikan key dan value saeperti Mencache, ataupun yang lebih canggih yaitu non-database relational seperti MongoDB, Cassandra, CouchDB, dan yang lainnya. 
    Wikipedia menyatakan NOSQL adalah sistem menejemen database yang berbeda dari sistem menejemen database relasional yang klasik dalam beberapa hal. NoSQL mungkin tidak membutuhkan skema table dan umumnya menghindari operasi join dan berkembang secara horisontal. Akademisi menyebut database seperti ini sebagai structured storage, istilah yang didalamnya mencakup sistem menejemen database relasional.

Kelebihan dan Kekurangan NoSQL Database

Kelebihan :
  • NoSQL bisa menampung data yang terstruktur, semi terstruktur dan tidak terstuktur secara efesien dalam skala besar (big data/cloud).
  • Menggunakan OOP dalam pengaksesan atau manipulasi datanya.
  • NoSQL tidak mengenal schema tabel yang kaku dengan format data yang kaku. NoSQL sangat cocok untuk data yang tidak terstruktur, istilah singkat untuk fitur ini adalah Dynamic Schema.
  • Autosharding, istilah sederhananya, jika database noSQL di jalankandi cluster server (multiple server) maka data akan tersebar secara otomatis dan merata keseluruh server.
Kekurangan :
  • Hostingnya mahal. beberapa layanan di luar negeri mencharge biaya 100-200USD untuk hosting database noSQL.
  • Sulitnya mencari hosting Cpanel yang mendukung database MongoDB atau database noSQL lainnya.
  • karena bervariasinya produk dan format penyimpanan, berpindah antar satu produk database ke produk noSQL lainnya perlu waktu untuk belajar. Contohnya ketika anda pindah dari MongoDB ke Cassandra, maka anda harus belajar lagi dari awal, berbeda dengan database RDMS.

 Sumber:
http://okihardy99.blogspot.co.id/2016/03/nosql-database.html
http://wahudaya.blogspot.co.id/2013/09/penjelasan-nosql-dan-mongodb.html
http://insanjabal.blogspot.com/2014/09/konsep-nosql.html